Kontak Person : Phoebe Yu
Nomor telepon : 8618620854039
whatsapp : +8618620854039
June 4, 2026
01 Resolusi Aksial – Definisi dan Signifikansi
Optical Coherence Tomography (OCT), dengan keunggulan operasi non-kontak, resolusi tinggi, dan pencitraan real-time, telah banyak digunakan dalam diagnostik medis, inspeksi industri, ilmu material, dan bidang lainnya. Sebagai parameter inti untuk memilih spektrometer OCT, resolusi aksial secara langsung menentukan kemampuan sistem untuk menyelesaikan struktur halus sepanjang arah kedalaman sampel.
![]()
Apa yang disebut resolusi aksial mengacu pada jarak minimum sepanjang arah kedalaman (yaitu arah rambat cahaya) di mana dua struktur yang berdekatan dapat dibedakan dengan jelas. Biasanya dinyatakan dalam mikrometer (μm). Secara sederhana, untuk jaringan berukuran besar, resolusi aksial bertindak seperti "pisau bedah" – semakin tinggi resolusi aksial (semakin kecil nilai numeriknya), semakin tipis irisan yang dapat diperoleh, sehingga menangkap perbedaan struktural yang lebih halus. Dalam aplikasi seperti oftalmologi, dermatologi, dan inspeksi material, resolusi aksial secara langsung menentukan keakuratan dan keandalan pengukuran.
![]()
Resolusi aksial yang lebih tinggi memungkinkan "irisan" yang lebih tipis dan detail yang lebih kaya.
02 Perhitungan Resolusi Aksial
Resolusi aksial bukanlah nilai tetap; itu ditentukan oleh beberapa parameter sistem OCT. Memahami faktor-faktor yang mempengaruhi memungkinkan pemilihan parameter optimal untuk aplikasi tertentu, menyeimbangkan persyaratan kinerja tanpa menimbulkan biaya yang tidak perlu karena resolusi yang terlalu ditentukan.
Faktor inti yang mempengaruhi resolusi aksial adalah sifat optik sumber cahaya, di antaranya yang paling penting adalah panjang gelombang pusat (λ₀) dan bandwidth spektral (Δλ). Kedua parameter ini secara langsung menentukan resolusi aksial teoretis. Rumus sederhana yang umum digunakan di industri adalah:
Δz = (2ln2/π)·(λ₀²/Δλ) = 0,44 * (λ₀²/Δλ)
Dimana Δz adalah resolusi aksial, λ₀ adalah panjang gelombang pusat sumber cahaya, dan Δλ adalah bandwidth spektral. Rumusnya menunjukkan secara intuitif bahwa:
Misalnya:
![]()
Retina terdiri dari 10 lapisan, dengan ketebalan total kira-kira 10–15 μm; lapisan tertipis hanya sekitar 1 μm, dan yang paling tebal sekitar 40 μm.
Dalam sistem OCT, bandwidth sumber cahaya tidak hanya harus memenuhi persyaratan resolusi aksial, tetapi bandwidth spektrometer juga harus memenuhinya. JINSP menawarkan spektrometer dengan berbagai bandwidth untuk memenuhi kebutuhan berbeda:
![]()
Seperti terlihat pada tabel di atas, resolusi aksial dan kedalaman deteksi berada dalam hubungan timbal balik: meningkatkan yang satu akan menurunkan yang lain. Hal ini dapat dipahami secara intuitif dengan analogi kamera – Anda tidak dapat secara bersamaan menangkap bidang pandang yang lebih besar dan detail yang lebih halus; Anda harus menyeimbangkan sesuai dengan kebutuhan sebenarnya, baik mengorbankan beberapa bidang pandang atau beberapa detail. Oleh karena itu, ketika merancang dan memilih sistem OCT, penting untuk fokus pada persyaratan utama dan membuat trade-off yang sesuai.
03 Pengaruh Indeks Bias terhadap Resolusi Aksial
Selain parameter sumber, resolusi aksial juga dipengaruhi oleh indeks bias (n) medium, aberasi optik, laju pengambilan sampel detektor, dan faktor lainnya. Dalam aplikasi praktis, indeks bias medium mengubah resolusi aksial. Rumus yang diperbaiki dapat disederhanakan menjadi:
Δz = 0,44/n · (λ₀²/Δλ)
Dimana n adalah indeks bias media sampel (misalnya, untuk jaringan biologis, n ≈ 1,33). Ini adalah pertimbangan utama dalam pemilihan sistem OCT di bidang medis. Menggunakan contoh sebelumnya dari sumber 850 nm dengan bandwidth 50 nm, resolusi aksial teoritis di udara adalah sekitar 6,36 μm, namun di jaringan menjadi sekitar 4,8 μm.
Selain itu, penyimpangan optik dan laju pengambilan sampel detektor dapat mengurangi resolusi aksial aktual sebesar 20–30% dibandingkan dengan nilai teoritis, sehingga margin harus disediakan selama pemilihan sistem.
Masukkan Pesan Anda